Anggap Saja Aku Tak Pernah Ada
Malam itu seharusnya aku tidak jadi ikut ke pesta ulang tahun temen sepupuku,karena malam itu adalah malam dimana aku bertemu dan pertama kali berbicara dengan seorang pria yang sampai saat ini masih belum bisa atau mungkin takkan pernah bisa ku miliki.
Panggil saja namaku DEA,aku adalah seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas 2 sma. Kata teman temaku aku orangnya ramah, mudah bergaul, dan baik hati . Aku termasuk orang yang aktip di sekolah,aku selalu mengikuti kegiatan ekstra kulikuler seperti pramuka,seni,Dan olah raga. Salah satu kegiatan yang paling aku sukai adalah olahraga,karena selain menyehatkan aku juga dapat melihat seorang lelaki yang aku sukai sejak aku masuk ke sma.
Namanya ka Rendi,dia adalah pemain basket yang handal selain pandai dalam memainkan bola basket dia juga keren,manis dan berkumis tipis yang membuat aku jadi tergila gila padanya..hehe
namun sayangnya dia sudah mempunyai pacar ,dan pacarnya itu satu kelas dengan nya.
Pacarnya ka rendi sangat cantik juga terkenal di sekolah ,bagaimana tidak selain dia cantik ternya bapaknya adalah kepala sekolah di sekolah ini.
Tapi dengan kecantikan di wajahnya itu tidak membuat banyak orang yang suka padanya,karena sikap nya yang sombong dan suka menyela kepada orang yang lebih rendah dari pada dia sehingga menjadikan orang lain tidak menyukainya.
Mungkin karena orang tua nya adalah kepala sekolah di sekolah ini ,jadi dia mempunyai prilaku yang semena mena . Mungkin pikir dia,sekali nya dia membuat kesalahan besar pun itu tidak akan membuatnya di keluarkan dari sekolah .
Ohh iya.... Setelah sekian lama aku mengagumi seorang leleki yang jago main basket itu,sampai sekarang aku duduk di bangku kelas 2,aku belum pernah bisa memeliliknya ,meskipun di hati bergejolak ingin memelikinya namun apa daya "aku hanyalah seorang wanita biasa yang selalu mentapi bintang yang indah di malam hari saja tanpa bisa menggapainya"
Aku tidak pernah menceritakan tentang perasaan ini kepada siapapun,jadi tidak Ada satu orang pun yang mengetahui prasaan cintaku terhdap ka rendi.
Paling ketika aku rindu kepada ka rendi,atau siangnya bertemu dengannya ketika olah raga,atau lebih tepatnya lagi hanya melihatnya. Mungkin Karena dia tidak pernah tertarik kepdaku,atau Ada alasan lain sehingga dia tidak pernah sadar bahwa aku menykainya. Aku selalu menulis semua tentang aku dan dia di buku harianku,meski hanya aku saja yang merasakannya.
Seperti biasa aku bangun jam 5 pagi karena aku harus membantu membereskan rumah.
Setelah beres beres rumah aku langsung ,mandi,memakai seragam sekolah Ku yang putih abu itu untuk berangkat sekolah.
Aku selalu brangkat kesekolah lebih awal dari yang lain,sebab aku ingin melihat ka rendi olah raga pagi sebelum sekolah,karena kebeutulan ka rendi tinggalnya di asrama dekat sekolah.
Jadi ketika aku berangkat lebih awal aku langsung naik kelantai atas untuk melihat ka rendi yang sedang melalukan olah raga pagi di pinggir sekolah.
Waktu berjalan begitu cepat ,sampai tak terasa bell istirhat pun berbunyi.
Aku memutuskan untuk tidak pergi sarapan ke kantin,karena Ada tugas yang belum aku selesaikan.
Ada juga empat orang teman sekelasku yang tidak pergi ke kantin,tapi mereka tidak mengerjakan tugas seperti apa yang sedang ku kerjakan,mereka hanya mengobrol sambil ngegosip.
Aku acuh kan saja karena waktu itu aku lagi pokus mengerjakan tugas.
Sampai sampai aku terhenti dalam tugasku,ketiaka aku mendengar seorang teman Ku berkata.
"kalian udah pada tau gak sih,ternya si rendi itu mau jadi pacar si sofi itu karena terpkaksa loh"
Sofi itu adalah pacarnya ka rendi yang aku ceritakan tadi.
Aku jadi penasaran,dan memberhentikan mengerjakan tugas,lalu aku mendengarkan lagi perbincangan teman temanku itu.
"wah yang bener???"
"iya beneran,katanya dia di acam kalau gak mau jadi pacarnya si sofi dia bakalan di keluarin dari sekolah ini"
Siapa sih yang tidak mau sama ka rendi,orangnya ganteng, baik, pantas saja jika seorang sofi menginginkannya,jangankan dia sebenernya aku juga menginginkannya,dan yang lebih utamanya lagi dia anak pintar ,dia masuk sekolah ini karena mendapat beasiswa makannya dia di tempatkan di asrama.
Aku mencoba memberanikan diri menanyakan kebenaran masalah tersebut kepada teman temanku,Dan dengan tegas mereka membenarkan permasalahan yang sedang mereka bicarakan tadi.
Aku sempat berpikir "apakah mungkin aku dapat mememtik buah mangga itu,sedangkan pohon mangga itu hanya dapat berdiri jika Ada yang menopang dengan kayu,sedangkan jika pohon itu tidak Ada yang menopang dengan kayu maka pohon mangga itu akan tumbang,mungkin hanya tumbang Dan tidak mati"
Namun aku mengabaikan perbincangan mereka itu.
Entah mimpi apa semalem, setelah pulang sekolah tiba-tiba Ranti sepupu ku yang sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA meminta ku untuk mengantar nya ke pesta ulangtahun temannya. aku sempat nolak, tapi dia maksa karena dia bilang dia takut kalau brangkat sendirian karena pesatnya di mulai pada jam 8 malam.
Sebenernya aku tidak mau, tapi karena kasian jika aku membiarkan dia brangkat sendirian malam hari.
Waktu menunjukan jam 07:30 dan Ranti datang kepada ku dengan membawa sebuah gaun.
"nih Dea pake gaun ini biar kamu kelihatan cantik" ucap dia
"Ah males aku gak mau ribet"
"udah cepat pake aja ribet amat sih kamu" dengan memaksa akhirnya aku pake gaun itu.
Sebenarnya nya gaun itu cantik dan cocok sekali aku pakai.
Akhirnya kami brangkat ke pesta ulang tahun temannya Ranti.
Sesampainya nya di sana aku kaget, di sana ada ka Rendi dan Sofi pacarnya.
Aku sempat nanya sama Ranti "emangnya ini ulang tahun nya siapa"
"Ulang tahun nya Sofi" kata ranti
Aku minta untuk pulang ajah kepada ranti, karena aku malu sakit melihat orang yang kuinginkan sedang bersama dengan kekasih nya.
Ranti sempat bingung kenapa aku mengajak dia pulang.
Tapi dia malah menyeret ku ke dalam
"ayo masuk jangan malu malu kita makan makan dulu sambil ngasih hadiah dulu"
Aku dan ranti pun masuk kedalam.
Dengan muka tertunduk, dan pipi merah aku mencoba masuk dan ikut gabung di pesta itu.
Ranti langsung menghampiri Sofi mengucapkan selamat, dan semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sofi.
Kecuali aku yang hanya bengong melihat ka Rendi yang begitu tampan sekali malam ini, dengan menggunakan jas hitam dan dasi.
Acara tiup lilin dan potong kueh pun sudah selesai, Ranti pergi berkumpul makan makan dan bercerita dngan Sofi dan teman kelas lainya.
Aku ditinggal sendiri sambil bengong kaya orang yang lagi bingung.
Tiba tiba ada yang memanggil ku dari belakang.
"Dea!!"
Awal nya aku bingung siapa yang memanggil ku. Setelah aku tengok kebelakang ternyata orang yang memanggilku barusan adalah ka Rendi.
Prasaan ku berdenyut kencang, antara senang gerogi malu semua nya bercampur.
Seketika dia bilang
"kamu dea yang suka ikut latihan basket yang gak pernah bisa kan maen basketnya ya?"
Dengan wajah gugup aku menjawab.
"mmmhh iii..iya ka"
"Ternya kamu cantiknya juga ya"
Ucapnya
Dengan pipi memerah dan muka tertenduk aku merasa senang meskipun kebahagiaan itu tidak aku lihatkan karena aku malu.
Dia menanyakan kenapa aku ada d sinih, aku jawab dengan polosnya
Aku bilang mengantar sepupu ku ranti.
Ketika aku asik ngobrol dengan ka Rendi meskipun agak sedikit malu.. Hehe
Tiba tiba Ranti datang dan katanya dia sudah beres ngobrol ngobrol nya dan dia mengajaku untuk pulang.
Aku pamit pulang sama ka Rendi, dan ketika aku akan pulang ka rendi mengatakan "kalau ada waktu kita main basket bareng"
Aku bahagia banget karena di ajak maen basket sama orang yang selama ini aku kagumi,aku sukai, ya meskipun aku tidak pandai main basket.. Hehe
Tapi setidaknya ini adalah jalan untukku bisa dekat dengan ka Rendi.
Aku hanya mengangugakn kepala ku sambil tersenyum malu.
Sesampainya di rumah aku langsung masuk ke kamar sembari mengingat betapa indahnya wajah ka rendi, sampai sampai aku tertidur dan terbnagunkan oleh adzan subuh.
Aku begitu bersemangat pagi itu karena hari ini aku akan bermain basket dengan ka Rendi.
Sesampainya di sekolah aku mengkuti pelajaran seperti biasanya, sampai tiba waktunya pulang, dan aku tidak langsung pulang karena aku akan bermain basket dengan ka rendi.
Aku menganti pakaian seragam ku dengan pakaian olahraga ku yang aku simpan di tasku, Ketika aku pergi ke lapang, ternyata ka rendi sudah ada di sana.
Hati ku cenat cenut gak karuan.
Dan tiba tiba "Dea ayo kesini"
Ka Rendi memanggil ku, aku berjalan dengan sedikit gugup, karena persaanku yang senang bercampur malu.
"kamu udah siap maen basket nya?"
Tanya ka Rendi padaku.
"Iya ka aku udah siap"
Tanpa banyak basa basi kita langsung maen basket, dan tentu saja hatiku sangat senang, karena waktu itu tidak hanya main basket tapi kapi juga bercanda ketika bermain basket "ohh betapa bahagia nya hatiku hari ini" ucapku dalam hati.
Sekarang Aku hampir setiap hari bermain basket dengan ka Rendi, dan menjadikan hidupku semakin berarti, sampai di suatu waktu ketika selesai main basket ka Rendi mengajaku untuk jalan.
Aku sangat senang karena hal ini lah yang aku tunggu tunggu selama ini.
Ya... Bisa bersama sama dengannya dan hanya berdua.
Akhirnya di malam itu kami memutuskan untuk pergi ke pestival di sebuah kota kami.
Kami jalan jalan dengan ceria, mengikuti berbagai permainan yang ada di pestival berdua, ah pokoknya malam itu aku merasa menjadi orang paling bahagia sedunia.
Dan ketika kami selesai bermain kami mencari tempat makan karena kebetulan kita belum makan.
Kita makan di tempat yang biasa saja namun sangat menyenangkan.
Kami berbagi cerita di sana,dan dengan polosnya aku menanyakan hal yang di perbincangan teman sekelasku yang waktu itu aku sedang mengerjakan tugas.
Awalnya sih aku menanyakan tentang hubungan mereka, dan jawab ka rendi dengan muka lesu ia menjawab "sebenarnya aku tidak mencintai sofi, namun aku terpaksa menjadikan dia sebagai pacarku, namun sofi sangat menginginkan ku, karena kalau tidak beasiswa ku akan di ambil oleh kepala sekolah, dan aku tidak bisa melanjutkan sekolah di situ. Kamu tau sendiri kan aku bukan orang yang terlahir dari keluarga yang mampu , mana ayahku sudah meninggal dan ibuku harus mengurus adik adik ku yang masih kecil, sedangkan pekerjaan ibu hanya sebagai pencuci pakaian, makanya suka ikut mengajar basket, karena dengan mengajar basket kaka dapet imbalan dari sekolah, meskipun tidak besar setidaknya cukup buat makan kaka sehari hari"
"Tapi kan ka sofi cantik ka? Kenapa kok kaka malah gak suka gitu? "
"dea!!!!! Nih dengerin ka Rendi ya, cinta itu bukan soal cantik atau enggak nya tapi soal hati. Percuma dia cantik kalau gak bikin kaka nyaman, terus ketambah sikapnya dia yang,.... Ya kamu tau sendiri gimana sikap nya dia"
Emang kaka sukanya sama perempuan yang seperti apa?
"kamu mau tau?"
Iya ka mau banget, hehe
Ka rendi menjawabnya sambil tersenyum manis kepadaku "Kalo kamu mau tau kamu sekarang ngaca, dan jawabannya adalah yang ada di kaca itu"
Kebetulan aku membawa kaca di tasku dan langsung saja aku ngaca, Tiba-tiba pipiku memrah sambil tersenyum dan Sekita kita terdiam, sampai ka rendi bilang "dea ayo kita pulang ini sudah malam"
Kita pun pulang ketika sampai di rumah ku, aku pamitan sama ka rendi, dan ka rendi bilang "kapan kapan kita jalan lagi ya dea"
Dengan semangat aku mengiyakannya.
Aku dan ka Rendi jadi hampir sering jalan setiap hari tanpa sepengetahuan Sofi.
Kita jadi semakin akrab dan aku semakin nyaman dengan ka Rendi.
Sampai suatu malam ketika kita sedang jalan kita berpapasan dengan Sofi.
Dan sofi langsung menghampiri kita sambil marah marah dan membawa ka Rendi pulang.
Ka rendi tidak bisa berbuat apa apa, ka rendi pergi sambil menatapku kebelakang dengan muka sedih.
Aku sangat kesal sedih dan marah, tapi aku juga tau diri aku bukan siapa siapa nya ka rendi sedangkan sofi adalah pacarnya, aku memilih untuk mengalah karena aku harus mengerti kepada ka Rendi.
Aku pun pulang dengan hati sedih
Setelah kejadian itu aku dan ka rendi jadi jadi jarang bertemu, paling di sekolah, dan itupun hanya bisa melihat dari kejauhan.
3 minggu setelah kejadian malam itu, tiba tiba ka Rendi mengajak ku untuk pergi lagi, dan aku mengiyakan saja meski aku tau rseikonya jika jalan dengan orang yang sudah memiliki pacar, tapi mungkin karena rasa ini besar untuk ka rendi dan aku pun rindu dengan ka Rendi kita jadi jalan jalan.
Di perjalanan malam itu ka Rendi mengungkapkan perasaannya kepadaku bahwa dia mencintai ku, dan akan memutuskan Sofi demi menjadi kekasih ku, tanpa ka Rendi memikirkan apa yang akan terjadi jika nanti ka rendi putus dengan Sofi.
sebenarnya aku senang sekali mendengar ucapan ka Rendi, ingin sekali aku mengiyakan ucapan ka Rendi.
Tapi Waktu itu aku bingung sekali, sebenarnya aku sangat ingin memiliki ka rendi, tapi aku tidak bisa egois dengan prasaan ini, aku harus memikirkan ka Rendi karena jika ka rendi memutuskan sofi dan menjadi pacar ku. Maka otomatis ka Rendi tidak akan bisa lagi bersekolah di sekolah itu.
Dengan sedih aku menolak ka Rendi karena aku sangat menyanginya, aku tidak ingin dia berhenti sekolah karena aku.
"maaf ka aku gak bisa😢"
Aku pun langsung pulang sendiri sambil menangis,dan dengen penuh penyeselan karena tidak bisa memiliki ka rendi dengan seutuhnya.
Kami pun jadi jarang bertemu, bukannya tidak mau tapi ini demi kebaikan ka Rendi. Aku mencoba menerima nya dengan ikhlas dan penuh tabah, Aku pun tidak pernah berpikir bisa seperti ini dengan ka Rendi, namun mungkin inilah hidup kadang ada orang yang di ciptakan hanya untuk bersama namun tidak di ciptakan untuk bersatu.
Meskipun demikian aku tidak pernah membenci ka Rendi, dan tetap mengingat kenangan indah yang meski hanya sesaat.
By Mansur sulvian
#Jika carita dan cara penulisan saya kurang bagus mohon berikan saran di kolom komentar
Setiap kritik yang anda berikan akan saya jadikan sebagai motivasi

Belum ada tanggapan untuk "Anggap Saja Aku Tak Pernah Ada"
Posting Komentar