Kenapa Kau Ambil Dia Tuhan
Semua berawal ketika aku sedang berjalan di pinggir jalan dekat taman yang biasa aku kunjungi, karena disana tempat nya adem, dan enak buat bersantai bahkan ada juga orang orang yang datang hanya untuk berfoto di taman itu, karena di taman itu bunga bunga nya sangat indah.
Tiba-tiba ada salah seorang pengunjung dengan membawa sepeda motor, dan berteriak minta tolong.
Ternyata pengunjung tersebut jatuh dari sepeda motor nya , namun tak ada satu orang pun yang menolong. Tanpa berpikir panjang aku menghampiri pengunjung tersebut dan coba membantu nya.
Setelah ku hampiri ternyata kepala nya terbentur dinding jalan dan kepala nya berdarah.
Aku langsung membawa nya kerumah sakit terdekat di sekitar taman itu.
Sambil berkata "maaf ya de kalau saya lantang menggendong ade"
Dia tidak berbicara apapun dia hanya merintih kesakitan.
orang yang terjatuh tadi adalah seorang perempuan, yang perkiraan ku umur nya 17 tahunan.
Sesampainya di rumah sakit aku mencoba menghubungi keluarga nya,untuk memberitahukan bahwa ada yang kecelakaan, dan setelah itu aku pergi tanpa pamit dan dia pun belum sempat mengucapkan terimakasih karena dia masih merasa kesakitan .
Oh iya namaku Rendi, aku adalah seorang siswa yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
kebiasaan ketika libur sekolah aku suka pergi ketaman dengan berjalan kaki, karena taman itu lumayan dekat dari rumahku.
Aku biasa menghabiskan waktu liburku di taman itu, disana aku kadang suka bermain gitar, dan menulis puisi.
Dua minggu kemudian setelah kejadian itu, ketika hari libur tiba, aku di suruh ibuku untuk membeli sayuran ke pasar, dan dengan senang hati aku menuruti nya.
Dengan motor tuaku aku berangkat ke pasar dengan jalan agak lambat, karena pasar lumayan jauh.
Ketika sesampainya di pasar aku membeli sayuran yang sudah di tuliskan oleh ibu di dalam satu lembar kertas.
Dan ketika aku membayar belanjaanku tiba-tiba ada orang yang menepak punggung ku dari belakang, seketika aku langsung menoleh ke belakang.
"Kaka yang nolong aku waktu aku jatuhkan?"
Sebelum aku ingat, aku bengong melihat orang yang menepak punggungku sambil memikirkan pertanyaan nya.
Dan sebelum aku menjawab nya, dia menjelaskan lagi sesuatu kepada ku.
"kaka ini kan yang menggendong ku dan mengantarkan ku kerumah sakit ketika aku jatuh dari motor"
Setelah mendengar penjelasan itu aku jadi ingat akan kejadian dua minggu kebelakang itu, namun karena aku tidak memperhatikan orangnya, jadi aku lupa.
"oh iya bener, gimana sekarang udah sembuh?"
Dengan senyuman yang manis dia menjawab
"Udah kok ka, eh ka kenalin nama aku Eva, nama kaka siapa?"
"oh iya, kenalin nama kaka Rendi, kamu masih sekolah?"
"iya ka, aku anak kelas 11 di SMA 5"
"wah yang benar? Berarti kita satu sekolahan dong? Soalnya kaka juga sekolah di situ, tapi kok kaka jarang lihat kamu, malahan mungkin baru ketika kamu jatuh dari motor sama sekrang di pasar "
"aku anak pindahan ka"
"oh gitu, yaudah kaka pulang dulu ya takutnya ibu nya kaka nungguin "
"Iya kak, hati hati di jalan, sampai ketemu di sekolah ka"
Aku berjalan menuju tempat penyimpanan motorku, sambil melirik kebelakang dan tersenyum kepada nya setelah dia mengucap kan Kalimat terakhir nya.
Aku pulang dengan cepat dan segera memberikan sayuran nya kepada ibuku.
Hari ini aku tidak pergi ke taman ada tugas yang harus aku kerjakan dan harus di kumpulkan besok.
Tak terasa siang berganti malam dan aku memutuskan untuk tidak terlalu malam.
Sperti biasa setelah bangun aku langsug membereskan tempat tidur lalu aku cuci muka dan mengambil air wudhu untuk sholat subuh.
Setelah itu aku menyiapkan peralatan sekolah ku dan pergi mandi.
Setelah semua sudah siap, aku pamit kepada ibu ku untuk berangkat kesekolah.
Ketika di depan gerbang sekolah aku bersenggolan dengan teman ku yang suka ceroboh kalau membawa motor nya.
Aku memarkirkan motor ku di tempat biasa, dan setelah itu aku langsung masuk kelas, ketika aku memeriksa tas ku, tiba-tiba buku tugas ku yang aku kerjakan kemarin hilang.
Aku langsung panik, dan kocar kacir mencari buka tugas itu, dan setelah aku ingat ingat, aku teringat pada saat aku bersengolan dengan teman ku ketika akan masuk gerbang.
Aku langsung pergi ke gerbang dan mencari buku tugas ku, namun setelah ku cari ke pojok sana dan sini aku tetap saja tidak menemukan nya, tapi aku yakin kalau buku tugasku itu jatuh karena sebelum berangkat sekolah aku sudah memasukkan nya kedalam tasku.
Aku marah marah gak jelas di tempat itu karena kesal buku tugas yang ku kerjakan kemarin hilang, mana tugasnya guru kiler lagi, kelar deh hidup ku kalau tugas nya gak bisa di kumpulkan sekarang.
"Kaka cari ini ya?" sambil mengangkat sebuah buku.
Tiba-tiba lagi ada orang bicara di belakang ku, dan setelah aku lihat, ternyata dia eva.
"Loh kok bisa ada di kamu va? Bagaimana ceritanya? "
"Tadi pas aku masuk aku ngelihat buku ini di tergeletak di jalan sebelum masuk gerbang "
"Terus kamu tau dari mana kalau buka itu punya nya kaka? "
"orang di belakang buka nya juga ada nama kaka"
"oh iya ya.. Hehehe kaka lupa, eh kamu nanti pulang sama siapa? Kaka antar kamu pulang ya?"
Dengan pipi agak sedikit memerah dia menjawab nya dengan agak terpatah patah, mungkin pikirku dia malu.
"se se sendiri kok ka, emmm i i iya ka boleh"
"yaudah kamu nanti tunggu di gerbang yah, kaka mau masuk dulu. Oh iya makasih ya"
"Iya ka sama sama"
Tak terasa bel pulang pun berbunyi, aku segera pergi keparkiran dan mengambil motorku,dan eva pun sudah menunggu di gerbang.
"Eva ayo naik!"
"Iya kak, eh kak bisa gak kalau antar aku dulu pergi ke toko buku?, soal nya buku yang suka kubaca di rumah sudah tamat semua, aku mau membeli buku yang baru lagi"
"yaudah kamu tunjukin jalan ke toko bukunya "
Di sepanjang jalan kami berbagi cerita satu sama lain, bahkan sampai ketawa ketawa. Ucapku dalam hati "ternyata di asik juga"
Sesampainya di toko buku eva memilih buku yang dia inginkan dan setelah dapat eva langsung mengajaku pulang.
Sejak saat itu kita jadi sering ketemu,main bareng, pergi ketaman, dan bahkan semua waktuku hampir terisi oleh cerita ku dengan nya,sampai sampai tanpa kusadari aku mulai menyukai secara diam diam, karena begitu nyaman sekali dengan nya.
Pernah suatu hari saat sekolah libur
Eva ngechat dan mengajak untuk pergi bermain, sebenarnya jujur saja waktu itu aku lagi gak pegang uang, karena dia mengajak untuk pergi makan.
"Ka maen yu keluar kita cari makanan"
"Duh kaka lagi gak punya uang va"
"Udah eva yang tlaktir, kaka cepetan keluar aku udah di depan rumah kaka"
"Wah eva bercanda nih, kaka nya juga lagi masih kamar, mandi juga belum."
Tiba-tiba pintu kamar ku di ketuk dan setelah ku buka, ternyata ibuku.
"Ren ada yang nungguin kamu tuh di luar, si eva katanya ada janji sama kamu, udah cepet mandi sanah"
"Wah yang bener ma?, iya ma sebentar, bilangin tunggu sebentar "
Ternyata bener si eva gak bohong, aku langsung mandi memakai pakaian ku.
Baru kali aku di ajak main sama cewek, terus cewek nya langsung datang kerumah tanpa ngadaain janji dulu.
Sebenarnya ini yang aku suka dari eva, selain dia cantik dan juga baik, dia orang nya dewasa terus yang bikin gereget tuh dia orangnya nekat.
Tak terasa hari senin pun sudah datang kembali, aku berniat menembak dia di sekolah setelah jam istirahat.
Namu ketika aku menyatakan cinta kepada nya.
"eva kaka mau jujur sama kamu, kaka udah nyaman banget sama kamu, sebenarnya kaka udah suka sama sejak dulu, jadi kamu mau gak kamu jadi pacarnya kaka?
Aku nembak deui dengan kata kata yang biasa, karena jujur saja aku kurang pandai dalam hal merayu cewek.
"hmmm (dia menjawab sambil agak sedikit cengengesn) kalau kaka mau jadi pacar aku ada syaratnya"
Serontak aku menanyakan syarat nya itu.
"Syarat nya apaan va?"
"Kaka harus mencari 3 buku kesukaan ku, yang belum kumilili yang berjudul Dear Nathan, Biar aku yang pergi, dan Bidadari Terakhir. Jika kaka dapat menemukan ketiga buku itu maka aku bersedia jadi pacarnya kaka, tapi ingat aku hanya memberi kaka satu minggu,kalau kaka tidak bisa menemukan nya dalam waktu satu minggu, ya kaka tau sendiri lah jawabanya, hehe"
Aku menyetujui persyaratan nya,dan dalam jarak seminggu aku mencari buku buku itu kesemua toko buku,sampai aku tidak berkomunikasi atau pun bertemu sama eva, saking semangat nya mencari buku yang eva syaratkan ketika setiap setelah pulang sekolah namun aku hanya menemukan dua buku saja,sebenarnya sangat susah sekali mencari buku yang eva syarat kan waktu itu, hingga tak terasa waktu tinggal satu hari lagi.
Aku berangkat pagi pagi untuk mencari lagi ke tokok buku lain, karena saat itu hari minggu jadi aku bisa lebih pagi mencari bukunya.
Aku sempat berpikir apakah eva cuman memainkan prasaan ku saja atau ini memang benar, soalnya untuk buku yang berjudul "Bidadari Terakhir" aku tidak menemukannya di toko manapun.
Aku pun mulai putus asa,setelah lelah mencari aku tidal langsung pulang kerumah, aku mampir dulu ke taman yang jadi sering aku kunjungi sama eva.
Dengan badan lesu aku duduk di kursi di taman itu, dan ketika aku menoleh kepinggir aku melihat sebuah buku dan sebuah surat.
Aku jadi penasaran,aku langsung mengambil buku itu dan setelah kulihat ternyata judul buku tersebut adalah buku yang kucari seminggu ini, aku jadi semangat lagi, karena aku tidak sabar ingin menjadi pacarnya eva.
Namun setelah itu aku membuka isi surat yang ada di samping buku itu.
Dan setelah kubuka, isinya adalah.
("Mungkin setelah kaka membuka isi surat ini, aku sudah tidak bisa ngelihat lagi kaka.
Ehh selamat ya ka, kaka udah berhasil memenuhi persyaratan nya, jadu sekarang kaka udah bisa jadi pacar aku hehe.
Sebelum nya aku minta maaf sama kaka, sebenarnya buku yang berjudul "bidadari terakhir" hanya ada satu dan aku membeli nya sebelum kaka menembak ku, aku sengaja membuat skenario ini, karena aku tau kaka pasti akan bisa memerankanya,dan maaf juga ka aku tidak pernah cerita soal penyakit ku terhadap kaka.
Jujur sebenarnya aku juga udah nyaman sama kaka suka sama kaka sayang sama kaka, tapi aku takutnya kalau aku ceritain tentang penyakit ku, kaka jadi jauhin eva, soal nya eva pernah kejadian seperti itu.
Sebenarnya penyakit ku sudah sangat parah, sebelum aku pergi untuk di operasi aku menulis surat ini untuk kaka, karena aku berfikir umur sudah tidak akan lama lagi.
Ka terimakasih ya untuk selama ini, kaka udah baik sama eva udah ngasih waktu nya sama eva, eva seneng banget bisa kenal sama kaka.
Sebenarnya aku berharap sekali bisa bertemu lagi dengan kaka, dan menjalani hubungan ini.
Namu jika aku tidak bisa bertemu dengan kaka, aku harap kak tetap bahagia meski tanpa eva.
Eva sayang ka Rendi, I love you
Eva ")
Mendengar isi surat itu prasaanku jadi hancur, marah, kesal, kecewa, sedih dan pantas saja selama satu minggu ini aku tidak pernah melihat eva lagi.
Tanpa berpikir panjang aku langsung pergi menuju rumah nya eva.
Dab ketika sesampainya di rumah eva aku melihat banyak orang yang mengenakan pakaian hitam, aku langsung menerobos masuk rumah nya, dan ketika di dalam aku melihat seseorang orang yang terbaring tak bernyawa dengan di tutupi oleh kain kapan, dan tiba-tiba ada ibunya eva mendatangi ku sambil menangis dan berkata "nak Rendi eva sudah tiada, eva tidak bisa melawan penyakit ketika di operasi"
Mendengar perkataan itu aku langsung menghampiri mayatnya eva dan menangis di hadapan nya.
Aku tidak berkata apa apa lagi untuk menenangkan hatiku yang kacau ini.
Aku hanya bisa menangis sambil berteriak memanggil nama eva.
Namun semua yang ku lakukan hanyalah percuma, semua itu tidak akan membuat eva hidup kembali.
Setelah kepergian eva aku menjadi seorang pemurung, yang kerjaannya hanya diam di kamar yang hanya bisa meratapi ketidak adilan ini.
"Oh tuhan kenapa semua ini terjadi, di saat kau memberikan ku prasaan cinta dan sayang kepada seseorang, kau malah mengambil orangnya "
Ucapku dalam hati dengan penuh kekecewaan.
Namun apalah daya ku semuanya sudah terjadi, aku hanya bisa menyimpan kenangan indah sekaligus kelam di dalam ingatan ku yang terdalam.
By :Mansur Sulivan
"gue sendiri juga yang bikin cerita sambil nangis terbawa suasana cerita nya😥"

mantap oge
BalasHapusWih mantap bagus ceritanyah
BalasHapus